3 Cara Membuat Konten YouTube yang Menarik Untuk Penonton

Cara Membuat Konten YouTube yang Menarik


Konten YouTube menarik terbaru



Orang-orang berbeda pendapat tentang bagaimana konten youtube yang menarik sehingga video mendapatkan banyak penonton, konten yang menarik adalah konten yang selalu direkomendasikan YouTube. Berdasarkan algoritma YouTube yang terbaru, YouTube akan merekomendasikan video yang mempunyai retensi penonton yang tinggi.

Dari algoritma YouTube bisa diambil sebuah kesimpulan bahwa konten yang menarik adalah konten yang bisa membuat banyak orang betah menonton sampai akhir video.

Ciri-ciri konten yang menarik


Ada beberapa faktor yang membuat konten menjadi menarik dan mempunyai retensi penonton yang tinggi.

1. Jenis konten yang sesuai


Ada 3 jenis konten yang mampu menghasilkan konten yang menarik dengan retensi penonton yang tinggi yaitu konten bermanfaat, konten menghibur dan konten bermanfaat sekaligus menghibur. Bermanfaat dan menghibur disini sesuai dengan target penonton yang diincar masing-masing channel.

Contoh, sebagian orang menganggap konten horor itu membuat takut tapi bagi pecinta horor itu adalah konten yang menarik dan menghibur. Setelah mengetahui jenis konten yang menarik, langkah selanjutnya adalah membuat konten sesuai kriteria penonton. Jangan membuat konten sesuai keinginan sendiri tapi buatlah konten yang diinginkan para penonton.

2. Durasi video yang pas


Konten yang menarik biasanya dibuat dengan durasi yang pas sesuai dengan isi konten yang ingin disampaikan kepada penonton, durasi yang pas membuat kita terhindar dari pembuatan video yang bertele-tele sehingga penonton tidak merasa bosan dan terus menonton video sampai selesai.

Jika anda bingung cara untuk menemukan durasi video yang pas, coba cara berikut.

Buka YouTube > ketikan kata kunci yang akan anda buat video > maka anda akan melihat video rekomendasi teratas dari hasil penelusuran, video teratas itu merupakan video yang mempunyai rasio klik tayang dan retensi penonton yang tinggi. Cara menemukan durasi video yang tepat, anda jumlah durasi 5 video teratas lalu bagi 5 maka hasilnya adalah durasi video yang pas.

Cara membuat konten yang menarik


Setelah mengetahui jenis konten yang menarik, langkah selanjutnya adalah membuat video yang sesuai dengan kriteria penonton. Jangan membuat konten sesuai keinginan sendiri tapi buatlah konten sesuai keinginan penonton dengan durasi yang pas supaya video memiliki retensi penonton yang tinggi. Berikut cara yang harus anda lakukan.

1. Menulis naskah konten


Sebelum merekam video dan suara, anda harus membuat naskah konten terlebih dahulu. Naskah konten berisi urutan panduan isi konten yang akan dibuat supaya video bisa termasuk kriteria konten yang menarik. Ada 2 jenis naskah konten yang bisa anda buat yaitu :

  • Naskah konten secara detail
  • Naskah konten secara garis besar


Naskah konten detail cocok untuk membahas tutorial, alur cerita dan review. Naskah konten jenis ini bertujuan agar semua jalan cerita, pengertian dan contoh-contoh tersampaikan dengan baik kepada penonton.

Sedangkan naskah konten secara garis besar cocok untuk konten vlog, memasak dan bermain game. Naskah konten ini hanya menjelaskan beberapa aspek yang penting saja dan tidak terlalu detail. Berikut ini adalah langkah-langkah membuat naskah konten.


Hook. Hal pertama yang harus anda lakukan adalah membuat pancingan di awal video supaya penonton tertarik dan terus menonton sampai selesai.

Intro. Intro video berfungsi sebagai pembatas antara hook dan isi konten utama video. Buatlah intro yang singkat tapi menarik, hindari membuat intro yang panjang karena penonton akan merasa kesal dan langsung menutup video.

Isi konten utama. Setelah intro dan hook, anda jelaskan isi konten utama yang ingin anda sampaikan kepada penonton. Sebaiknya buat isi konten dengan kata-kata yang menarik, padat dan jelas supaya penonton mengerti dengan penjelasan yang anda sampaikan.

Call to action. Setelah selesai menulis seluruh isi konten utama video, anda bisa meminta penonton like, komen dan subscribe channel. Hal ini sebenarnya tidak perlu dilakukan karena banyak channel YouTube yang tidak meminta subscribe ke penonton tapi mempunyai jutaan subscriber.

Closing video. Anda harus merencanakan apa yang ingin disampaikan di akhir video, misalnya menjelaskan kesimpulan singkat dari seluruh isi konten, mengajak penonton untuk menonton video berikutnya atau ucapan terima kasih kepada penonton.

2. Membuat video sesuai dengan naskah konten


Langkah selanjutnya adalah membuat video sesuai dengan naskah konten yang sudah dibuat. Ada 3 jenis video yang bisa anda buat :

  • Menampilkan wajah
  • Tanpa menampilkan wajah
  • Gabungan keduanya

Untuk video menampilkan wajah, anda  bisa melakukan pengambilan video dan suara sekaligus. Kekurangan jenis video ini adalah anda harus mengambil video berulang kali jika terjadi kesalahan dalam pengucapan naskah konten, tapi jenis video yang menampilkan wajah tidak memerlukan banyak editing.

Untuk video tanpa menampilkan wajah, anda harus mengambil video dan suara secara terpisah. Video dan suara akan disatukan saat proses editing, kelebihannya adalah bisa membaca sesuai dengan intonasi dan gaya yang diinginkan. Tapi, jenis video ini akan memakan waktu editing yang cukup lama.

Untuk video gabungan keduanya, anda bisa menampilkan wajah saat bagian intro saja dan bagian isi konten dan penutup tidak perlu menampilkan wajah. 

3. Kualitas audio yang bagus


Faktor yang harus diperhatikan saat membuat konten yang menarik adalah kualitas audio, jika suara narasi kurang jelas atau tidak enak didengar maka penonton akan kabur dan mencari channel lain yang lebih baik. Untuk menghasilkan audio yang berkualitas, anda bisa memakai microphone saat merekam narasi sesuai dengan naskah konten.

Untuk konten kreator yang mempunyai budget terbatas, anda bisa menggunakan microphone lavalier Clio on untuk menghasilkan audio yang jernih dengan harga yang terjangkau. 

Selain itu, suara backsound juga mempengaruhi lama tidaknya penonton saat menonton video anda. Suara backsound yang terlalu besar membuat penonton sulit mendengarkan narasi isi konten dan akhirnya tidak menonton video sampai selesai. Usahakan saat mengedit video, kurangi volume menjadi 10% dari volume normal. 

Posting Komentar

0 Komentar