7 Tanda Kalau Anda Sudah Menyia-nyiakan Hidup

Tanda Kalau Anda Menyia-nyiakan Hidup


Hidup sia sia


Hidup ini hanya sementara dan hanya bisa dinikmati sekali, kehidupan harus dipenuhi dengan hal-hal positif supaya hidup menjadi lebih bahagia. Berhenti melakukan hal yang tidak membuat kita berkembang dan hanya membuang-buang waktu yang diberikan.

Apa anda pernah berpikir bahwa hidup tuh terasa "gini-gini aja", tidak ada perkembangan dan kemajuan, setiap hari seperti itu saja dan tidak ada perubahan sama sekali dalam hidup. Jika anda berpikir begitu berarti anda sudah menyia-nyiakan hidup karena tidak memanfaatkan waktu dengan baik.

Waktu yang diberikan harus digunakan untuk hal yang membuat kita berkembang dan menjadi lebih baik dari sebelumnya. Dengan berkembang maka hidup pun menjadi lebih maju dan terarah.

Pada kesempatan kali ini, saya akan memberikan 7 tanda kalau anda sudah menyia-nyiakan hidup yang sudah diberikan tuhan. Semoga informasi ini bisa membuat anda sadar dan lebih menghargai hidup yang sudah tuhan berikan.

1. Tidak menikmati hidup

Anda pasti pernah menyesal karena telah menghabiskan banyak waktu di kamar dengan bermain game sampai melupakan masa depan yang jauh lebih penting. Jangan berlarut dalam penyesalan, ingatlah banyak hal yang membuat anda senang, lakukan hal yang membuat anda menikmati kehidupan masa kini.

Carilah pengalaman yang menyenangkan sebagai pengingat bahwa anda sudah menikmati kehidupan ini. Bersenang-senang dalam hidup harus dilakukan untuk kesehatan dan kebahagiaan, merampas kesenangan sendiri akan membuat kondisi mental dan fisik menjadi memburuk.

2. Terlalu banyak menganalisa hidup

Setiap orang pasti mengkhawatirkan masa depan karena masa depan adalah hal yang paling penting dalam kehidupan ini. Tapi, anda tidak boleh terlalu banyak mengkhawatirkan masa depan karena rasa khawatir membuat seseorang takut untuk bertindak dan melangkah maju.

Meluangkan waktu untuk introspeksi adalah hal yang dibutuhkan supaya kita bisa belajar dari sebuah kesalahan dan mulai memperbaiki diri menjadi lebih baik. Tapi, introspeksi yang berlebihan akan membuang waktu produktif yang anda punya.

Baca juga : umur 25 tahun, anda harus punya ini

Terlalu banyak bertanya pada diri sendiri akan menyia-nyiakan waktu dan membuat anda jalan di tempat. Orang lain sudah melangkah maju sementara anda masih sibuk bertanya ke diri sendiri.

Menganalisa sesuatu adalah hal yang penting tapi satu tindakan nyata akan membuktikan benar dan salah suatu analisa. Ibarat naik motor, anda menganalisa cara naik motor yang baik dan benar tapi kenyataannya anda tidak pernah naik motor.

Seribu analisa akan runtuh dengan satu tindakan nyata karena dengan bertindak kita akan mengetahui letak kesalahan yang dilakukan dan mulai memperbaikinya. Jangan sia-siakan hidup anda hanya dengan menganalisa, mulai sekarang buatlah satu tindakan nyata.

3. Memikirkan masa depan dan masa lalu

Apa anda sering memikirkan masa depan sampai berjam-jam atau anda sering mengingat peristiwa masa lalu yang tidak bisa diubah. Orang-orang berpikir bahwa sering memikirkan masa depan dan masa lalu adalah hal yang wajar tapi sebenarnya hal itu salah.

Terlalu banyak merenungkan masa depan dan masa lalu akan membuat anda kehilangan manfaat dari masa kini atau kehidupan yang sedang dijalani sekarang. Anda harus fokus ke masa kini dengan mencurahkan sebagian besar energi untuk menjadikan masa kini sebagai hidup yang bermakna, berharga dan penuh semangat.

4. Terlalu fokus bekerja

Pekerjaan adalah aspek penting dalam kehidupan tapi akan jauh lebih baik jika anda mengejar karier yang sesuai dengan kemampuan anda. Karier yang sesuai dengan minat akan meningkatkan rasa kepuasan terhadap pekerjaan yang kita lakukan.

Jika anda tidak mempunyai keseimbangan hidup yang baik maka kehidupan sosial dan kehidupan pribadi akan berkurang. Hidup yang anda jalani harus seimbang, atur waktu untuk beribadah, bekerja, kumpul keluarga dan lain sebagainya.

Jangan sampai pekerjaan mengambil waktu ibadah anda, jangan terlalu fokus pada pekerjaan sampai lupa dengan keluarga sendiri. Berangkat pagi pulang malam setiap hari tanpa meluangkan waktu untuk kumpul bersama keluarga.

Intinya, jangan sampai anda tidak punya waktu untuk hal-hal di luar pekerjaan karena saat tua nanti hanya ada penyesalan karena sudah menyia-nyiakan hidup dengan berlarut dalam pekerjaan sehari-hari.

5. Tenggelam dalam hal-hal negatif

Setiap orang pasti sering memikirkan hal-hal negatif karena manusia cenderung lebih banyak memikirkan hal buruk daripada hal yang baik. Dalam hidup, anda akan sukses dan mengalami banyak kegagalan.

Baca juga : tanyakan hal ini sebelum menentukan tujuan hidup

Ketika kegagalan terjadi, anda harus mengakui dan mengekspresikan emosi terhadap kegagalan tersebut tapi jangan fokus pada kegagalan tapi fokus pada langkah selanjutnya. Jangan terjebak dalam rasa sedih, bersalah, kecewa dan tak berharga karena hal itu hanya akan membuat perasaan semakin memburuk.

Cara terbaik untuk mengubah hal negatif dan trauma masa lalu adalah dengan mencoba menggunakannya untuk mengubah kehidupan anda menjadi lebih baik.

6. Takut untuk melangkah maju

Semua orang pasti pernah merasakan takut seperti takut untuk melakukan sesuatu, takut kehilangan, takut dengan penolakan dan lain sebagainya. Rasa adalah emosi yang penting dan dirancang untuk menghindari rasa sakit yang melukai hati.

Terkadang rasa takut bisa menjadi emosi yang sangat kuat dan menjadi penghambat anda dalam mengembangkan kehidupan. Takut dengan penolakan, rasa cinta dan kegagalan membuat anda terhindari dari pengalaman yang membuat hidup anda menjadi lebih baik.

7. Tidak puas dengan kehidupan

Ada orang yang sebenarnya tidak senang dengan kehidupan yang ia jalani sehari-hari, tidak merasa puas dan terasa ada sesuatu yang hilang dalam dirinya. Sebenarnya, ketidakpuasan juga berhubungan dengan rasa takut, rasa takut mengecewakan orang lain dengan mengorbankan hati sendiri.

Ketika anda menghabiskan energi hanya untuk memenuhi ekspektasi orang lain terhadap hidup anda maka anda hanya mengalihkan fokus dari mengejar impian menjadi budak dari omongan orang lain.

Sumber : Abdi Suardin

Posting Komentar

0 Komentar